Pages

Senin, 06 September 2010

10 Keys to Success

Hai readers, setelah ber-melankolis ria dengan kisahnya seorang Agnes Santoso, mari kita kembali ke pembahasan mengenai kesuksesan.

Kemarin saya mendapatkan sharing dari seorang rekan kerja saya mengenai 10 kunci yang harus Anda pegang ketika Anda mengejar sebuah kesuksesan. 10 kunci ini harus selalu Anda pegang, atau Anda tidak akan ke mana-mana, sekeras apapun Anda berusaha. Kunci-kunci ini tidak luput dari "senjata" yang harus selalu Anda pegang dalam melakukan suatu hal, yaitu impian Anda.

1. Prayer (Doa)
Ora et Labora, berdoa sambil bekerja. Tentunya Anda tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Sekeras apapun Anda bekerja, tanpa bimbingan dari Tuhan, Anda tidak akan pernah meraih kesuksesan. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita adalah atas bimbingan dan kehendak Tuhan. Tidak ada yang namanya kebetulan, semuanya sudah digariskan dalam kehidupan Anda, tinggal bagaimana Anda menjalankan hidup Anda dan menghiasi hidup itu.

2. Habit (Kebiasaan)
Banyak orang, ketika mendengar kisah tentang seorang yang sukses, biasanya akan berkata begini, "Ah, itu kan dia, saya tidak akan bisa". Sebenarnya permasalahannya bukan pada apakah Anda bisa atau tidak, tetapi lebih kepada kebiasaan. Banyak di antara kita yang bekerja keras setiap hari dan hampir tidak mengenal kata lelah. Mengapa mereka bisa seperti itu? Jawabannya adalah kebiasaan. Mereka sudah terbiasa untuk bekerja seperti itu. Karena itu, mulai sekarang, cobalah Anda menumbuhkan kebiasaan yang baik untuk mengembangkan diri Anda.

3. Discipline (Disiplin)
Tidak bisa dipungkiri, di dunia kerja, kedisiplinan adalah segalanya. Waktu tidak akan pernah melambat maupun berhenti. Jika Anda ingin sukses, lakukan segala sesuatunya sesuai dengan jadwalnya. Jangan pernah terlambat menghadiri suatu pertemuan, karena keterlambatan akan memengaruhi integritas dan kredibilitas Anda di hadapan rekan-rekan kerja dan calon rekan kerja Anda. Walaupun Indonesia terkenal sebagai negara yang ngaret, Anda tidak harus selalu mengikuti budaya ngaret itu, kan?

4. Team (Tim)
Anda tidak dapat melakukan segalanya sendirian. Sekalipun Anda merasa Anda adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan segala sesuatunya, jangan pernah berpikir bahwa Anda akan dapat menyelesaikan semuanya. Anda harus memiliki tim kerja atau suatu komunitas yang dapat membantu Anda. Sebuah tim akan selalu mempermudah kerja Anda, betapapun Anda tidak menyukai bekerja bersama orang lain. Jarak 1 km, jika diestafet dengan 1000 peserta, akan dapat dicapai dalam hitungan detik. Satu orang hanya perlu berjalan 1 meter. Artinya, dengan bekerja bersama orang lain, Anda dapat membagi sedikit beban Anda kepada orang lain, sehingga kerja Anda akan menjadi lebih ringan daripada jika Anda bekerja sendirian.

5. Powerful Memory (Kenangan Kuat)
Selalu ingat kenangan Anda yang terkuat, yang paling ingin Anda pertahankan dalam benak Anda selama mungkin. Kenangan Anda ini akan membantu Anda untuk terus bangkit di kala Anda down. Mungkin tidak harus sebuah kenangan di masa lalu. Anda dapat juga mengonstruksi sendiri kenangan itu dalam bentuk impian-impian Anda, sesuatu yang sangat ingin Anda wujudkan di masa depan kelak.

6. Affirmation (Afirmasi)
Afirmasi akan sangat membantu Anda untuk membangun sebuah keyakinan dalam diri Anda. Jika Anda sudah mengafirmasi suatu hal, Anda akan menjadi yakin dan terpacu dalam mencapai hal tersebut. Afirmasi adalah harga mati bagi seseorang yang ingin mencapai kesuksesan. Afirmasi ini dapat berwujud apa saja, misalnya Anda foto bersama mobil mewah yang sangat ingin Anda miliki. Di foto itu, pasangkan target kapan Anda harus mendapatkan mobil tersebut. Mengapa target? Bukankah target bisa meleset? Tenang saja, justru jika target yang sudah Anda tetapkan sebelumnya belum terpenuhi, Anda akan semakin terpacu untuk meraih impian Anda.

7. Incantation (Mantra)
Ini bukan ilmu nujum atau guna-guna, readers. Saya tidak mengajarkan Anda menjadi praktisi ilmu hitam di sini. Anda harus menetapkan suatu hal yang dapat memicu Anda untuk melakukan suatu hal. Afirmasi tidak akan ada gunanya jika Anda tidak memiliki suatu "mantra" untuk melaksanakan sesuatu. Misalnya, jika Anda ingin mendapatkan mobil mewah, Anda dapat mengulang-ulang suatu kalimat yang mengafirmasi keinginan Anda itu selama beberapa menit setiap hari. Lama-kelamaan, afirmasi itu akan terpatri dalam benak Anda dan Anda akan melakukan apa saja untuk mewujudkannya.

8. Promise to the Beloved (Janji untuk Orang yang Dicintai)
Afirmasi dan mantra belum cukup. Impian-impian Anda tidak akan lepas dari orang-orang yang Anda cintai. Even the cruelest murderer has a spark of love deep within his/her heart. Jika Anda ingin meraih kesuksesan, berjanjilah secara langsung kepada orang-orang yang Anda cintai, janji apa saja, entah janji untuk membelikan mobil baru, rumah baru, dsb. Jika Anda sudah berjanji secara langsung, Anda akan sulit untuk berbelok dari jalan Anda menuju kesuksesan.

9. Fear (Ketakutan)
Jadikan ketakutan terbesar Anda sebagai motivasi untuk meraih impian-impian Anda. Bukan ketakutan seperti "saya takut gelap" dan lain sebagainya, tetapi lebih pada ketakutan yang Anda alami ketika, misalnya, Anda bertemu untuk terakhir kalinya dengan pasangan Anda. Mungkin Anda takut bahwa Anda tidak bisa lagi melihat wajah tersenyum orangtua Anda, atau Anda takut nantinya Anda harus jadi gelandangan karena di-PHK oleh perusahaan Anda saat Anda sedang mengalami kesulitan keuangan, dan ketakutan-ketakutan lainnya.

10. Health (Kesehatan)
Jaga kesehatan Anda. Semua kesuksesan Anda nantinya tidak akan ada gunanya jika Anda harus menggunakan semua harta Anda untuk merawat diri Anda sendiri beberapa tahun mendatang. Tidak lucu kan jika Anda sudah mendapatkan kesuksesan sebagai, misalnya, musisi terkenal di seluruh dunia, tetapi stroke membuat Anda tidak bisa lagi tampil di atas panggung, atau Anda sebagai direktur yang lumpuh total. Perhatikan baik-baik kesehatan Anda. Jika Anda sakit, bukan hanya Anda yang repot, tetapi juga orang-orang yang dekat dengan Anda, karena mereka juga harus berusaha agar Anda sehat kembali.