Pages

Minggu, 29 Agustus 2010

Zat Kitin dan Chitosan

Kitin (C8H13O5N)n (dalam Bahasa Inggrisnya disebut Chitin (baca: kaitin)) adalah polimer berantai panjang dari asetilglukosamin-N, sebuah turunan dari glukosa. Zat ini ditemukan di banyak tempat di seluruh dunia. Zat kitin adalah komponen utama dari dinding sel jamur, exoskeleton (kerangka luar) dari arthropoda seperti crustacea (udang-udangan seperti kepiting dan udang) dan serangga, serta mulut bangsa chepalopoda, termasuk cumi-cumi dan gurita (mulut bangsa cumi-cumi ini mirip dengan paruh burung nuri yang miring, dan mulut ini sangat keras). Kitin sebanding dengan selulosa polisakarida dan protein keratin. Meskipun keratin adalah protein, bukan karbohidrat seperti kitin, kitin dan keratin memiliki struktur yang sama. Kitin juga telah terbukti bermanfaat untuk keperluan medis dan beberapa industri. Kali ini saya akan membahas mengenai fungsi kitin dalam dunia medis.

Kitin bersifat tidak larut dalam air. Tentu saja, jika zat kitin larut dalam air, maka kepiting, udang, dan bangsa udang-udangan lainnya akan menjadi botak karena kerangka mereka terkikis oleh air. Karena tidak larut dalam air, zat kitin ini tidak boleh masuk dalam tubuh, karena akan terjadi sedimentasi. Dalam keperluan medis, kitin ini digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka luar, walaupun lebih banyak tenaga medis yang lebih memilih menggunakan obat luka seperti Betadine dan perban bergulung-gulung. Lho? Kok begitu?

Masalah terbesar dalam penggunaan kitin adalah sifatnya yang tidak larut dalam air ini. Kitin biasanya berbentuk bubuk. Penggunaannya biasanya dengan cara ditaburkan pada luka terbuka yang sudah dibersihkan. Luka luar ini bukan berarti luka bacok sedalam beberapa senti. Maksud luka luar adalah luka yang benar-benar luar, misalnya seperti lecet yang sampai berdarah. Ketika kitin ditaburkan pada luka terbuka, kitin akan bersenyawa dengan trombosit (keping darah) pada luka Anda dan mempercepat proses pembekuan darah dan pembentukan benang-benang fibrin.

Kalau hanya membantu pembentukan fibrin, tidak masalah. Namun, begitu kitin ini bersenyawa dengan zat-zat cair yang terkandung dalam darah di luka Anda, entah nanah, keringat, dan lain sebagainya, kitin ini akan mengerak. Selama mengerak, kitin akan membuat Anda sulit menggerakkan bagian kulit Anda yang terluka. Nantinya, kitin akan terlepas bersama kerak bekuan darah Anda dan kulit Anda akan terlihat seperti baru. Karena inilah kitin tidak boleh dimasukkan dalam tubuh. Bayangkan kalau kitin ini mengerak di jantung Anda yang berlubang. Jika keraknya terlepas, kerak akan sulit dikeluarkan dari tubuh sehingga terjadi semacam sedimentasi.

Kitin ini sebenarnya dapat digunakan dalam berbagai jenis luka luar, tetapi jika Anda menggunakannya pada persendian yang banyak bergerak seperti lutut Anda, proses penyembuhan luka akan menjadi sangat lambat. Kerak yang sudah terbentuk oleh kitin tadi nantinya akan retak sebelum waktunya karena Anda sering bergerak, dan sensasinya... Wow! Setiap kali Anda bergerak dengan kerak kitin pada kulit persendian Anda, Anda akan merasa sangat sakit, bahkan mungkin lebih sakit daripada ketika Anda terluka sebelumnya. Jika Anda ingin menghindari sakit, jangan bergerak sampai kerak kitin benar-benar sudah terbentuk sempurna. Kerak kitin yang sempurna akan menjadi cukup fleksibel sehingga tidak retak ketika Anda bergerak. Masalahnya, seringkali kita terlalu sibuk sehingga kitin ini mau tidak mau tetap retak juga karena proses pengerakannya belum sempurna.

Jika luka sudah mulai sembuh, kitin ini akan terkikis dengan sendirinya seperti layaknya kerak darah beku di kulit Anda. Jangan pernah mencoba membersihkan kitin dengan air dan menggosoknya! Salah-salah, luka Anda akan terbuka lagi, dan ingat, kitin tidak larut dalam air. Ketika bertemu dengan air, zat kitin justru semakin mengeras seperti semen.

Lalu bagaimana? Jika kitin tidak bisa digunakan untuk luka dalam seperti maag kronis atau lecet pada usus, bagaimana caranya mempercepat penyembuhan organ dalam tubuh Anda?

Teknologi kedokteran yang modern telah menemukan caranya. Zat kitin dimodifikasi sedemikian rupa sehingga terbentuklah zat bernama Chitosan. Chitosan ini memiliki properti yang sama seperti zat kitin dalam hal menyembuhkan luka, zat chitosan bersifat sedikit larut dalam air.

Karena itu, chitosan dapat masuk ke dalam tubuh dan membantu penyembuhan luka dalam tubuh Anda. Chitosan juga dapat mengikat zat-zat racun dalam darah sehingga dapat membantu proses detoksifikasi. Selain itu, sifatnya yang sedikit larut dalam air membuat zat chitosan dapat hancur sedikit demi sedikit dalam tubuh dan terbuang lewat kotoran dan urin, tidak seperti kitin yang dapat mengendap dalam tubuh Anda. Chitosan biasanya dikemas dalam bentuk kapsul.

Namun, jangan sekali-kali Anda menuangkan serbuk chitosan ke mulut Anda langsung. Ingat, chitosan SEDIKIT larut dalam air. Jangan salahkan saya atau dokter Anda jika tiba-tiba Anda merasa tenggorokan Anda seret setelah menelan serbuk chitosan dalam jumlah besar. Chitosan akan tetap mengeras ketika bertemu dengan zat cair, tetapi tidak sekeras kitin. Proses pengikisan chitosan akan memakan waktu. Jadi, jika Anda melihat produk chitosan yang dikemas dalam bentuk sachet, jangan pernah tergoda untuk membelinya. Salah-salah, Anda harus mengerok zat itu dari kerongkongan Anda nantinya.

Mengapa disimpan dalam bentuk kapsul? Chitosan larut dalam cairan asam. Setelah kapsulnya meleleh di lambung, chitosan yang bersifat basa akan bertemu dengan asam lambung. Basa dan asam saling menetralisir. Karena itu, chitosan juga bagus untuk orang yang menderita maag. Zat ini akan larut dalam asam lambung dan terurai, kemudian "diekspor" ke seluruh tubuh untuk mengikat racun dalam darah.

Sebagai tambahan, chitosan masih dapat diaplikasikan sebagai obat luar. Kalau untuk obat luar, chitosan masih dapat digunakan dalam jumlah besar seperti zat kitin, tergantung besar lukanya. Chitosan juga dapat menyembuhkan pembusukan (gangren) yang disebabkan oleh diabetes akut. Berguna sekali, bukan?

Untuk distribusi, zat kitin biasanya dimiliki oleh para praktisi pengobatan Cina kuno seperti shinse dan tabib, sedangkan zat chitosan biasanya didistribusikan secara eksklusif ke toko-toko obat dan suplemen. Zat kitin dan chitosan ini termasuk zat yang berbahaya jika tidak digunakan dengan benar, karena itu, distribusinya termasuk agak tertutup. Anda dapat bertanya ke apotik atau toko obat terdekat jika Anda ingin membeli chitosan. Sangat sedikit apotik dan toko obat yang menyediakan zat kitin sekarang ini, karena penggunaan kitin jauh lebih beresiko dibandingkan chitosan, walaupun keduanya sama-sama berguna dalam dunia medis.

Jadi, readers, jika Anda terluka, Anda dapat menggunakan kitin atau chitosan untuk membantu penyembuhan luka Anda. Jika tidak ada shinse kenalan Anda yang menyediakan stok kitin untuk Anda, Anda dapat mencoba memakan cangkang kepiting dan udang. Dagingnya nanti buat saya saja, hehehe (yang ini bercanda). Paling tidak, Anda sudah tahu kegunaan cangkang kepiting dan udang yang biasanya Anda buang kan? :)

6 komentar:

Hulwana D. Arifah mengatakan...

nice, sangat membantu. baru tahu nih ada zat kayak gituan di dunia..

www.charainnocent.blogspot.com :P

kyu mengatakan...

cara pemasarannya ? dan ke perusahaan apa? tolong banatu aq

MarcWen mengatakan...

@ kyu: Maaf baru balas, saya jarang buka blog. Pemasarannya gampang. Di daerah Jabodetabek ini, luka gores sampai luka lebar karena kecelakaan lalu lintas itu kan hal yang biasa. Bisa juga dengan mengobservasi penderita diabetes di sekitar tempat tinggal. Pasti ada setidaknya satu atau dua tetangga Anda, bahkan lebih, yang beresiko terjangkit diabetes. Makanan manis itu kan disukai segala usia, baik tua maupun muda :)

Brelly Ebrilyan mengatakan...

Apakah kitin selalu ada diobat yg berfugsi sebagai pengobatan luka luar ? Mohon dijawab kakak :)

ayu indah Sari Dewi mengatakan...

Selamat siang, saya ingin bertanya. Apakah kita memakan kulit udang secara langsung maka zat kitin yang terkandung didalamnya akan langsung mengenai organ dalam tubuh ? boleh dijelaskan? terima kasih dan maaf menganggu.

Mhd Luthfi Rifai mengatakan...

Zat kitin juga ada digunakan pada pengobatan cina (akupuntur)..biasa zat ya tuh dah tercampur sma jarum akupuntur...ya emang sich bener yang dikatakan pada mas marc wen...untuk merangsang sel regenerasi dan dampak nya ada juga sperti mas katakan sedementasi ..akan tetapi klo zat kitin digunakan utk saraf ...malah zat itu sangat berguna utk mendukung penyembuhan pada org stroke /lumpuh dan bahkan parkinson ..krna dalam ilmu akupuntur zat tsb sangat penting pda pengobatannya...dah saya bukan sok tau...krna ortu saya dokter akupuntur berpengalaman ..jadi saya cman nambah ilmu sedikit aja..dan terima kasih sma mas wen sudah memaparkan ilmu tsb kpd masyarakat ..semoga ilmu bermanfaat utk kita smua

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini