Pages

Jumat, 07 Januari 2011

Stop Degrading Yourself

Ini entah keberapa kalinya saya menulis tentang berpikir positif. Lucunya, sih, tidak ada yang benar-benar menanggapi serius kekuatan pikiran dan perkataan diri sendiri. Bukannya meremehkan atau bagaimana sih, tetapi kebanyakan teman-teman saya selalu berpikir jelek dan menjelek-jelekkan dirinya sendiri. Saya juga pernah seperti itu, sering malah, tapi percayakah Anda bahwa pikiran dan perkataan Anda-lah yang membuat Anda mudah/sulit melakukan sesuatu?

Seringkali kita mengatakan hal-hal ini kepada diri kita sendiri, dan saya akan mengelompokkan kalimat-kalimat yang sering diucapkan oleh kita ketika kita sedang menjelek-jelekkan diri kita sendiri.

Tingkat 1: Tingkatan yang paling ringan. Kalau kita masih mengatakan kalimat ini untuk diri kita, masih sangat mungkin bagi kita untuk segera berubah haluan ke pikiran positif.
- Kayaknya gue ga bisa deh kalo begini.
- Bagus, sih, tapi kayaknya gue ga bisa.
- Ya, gimana, ya? Gue ragu kalo gue bisa.

Tingkat 2: Tingkatan sedang. Di tingkatan ini, sudah mulai sulit merubah jalan berpikir kita, meskipun belum mustahil.
- Gue mah paling ga bisa kalo udah beginian.
- Gue kan paling ga bisa kalo harus ****** (diisi dengan ketidakbisaan Anda, seperti "ngomong di depan publik", "tidur larut malam", "bangun pagi-pagi", dll)
- Loe kan tahu kalo gue ga bisa kerja yang beginian.

Tingkat 3: Tingkat yang paling gawat. Kalau pikiran Anda sudah di sini, hampir mustahil untuk mengubah cara berpikir Anda, karena Anda sudah terlalu ngebet dengan pernyataan-pernyataan ini.
- Gue takut kalo yang gue bikin salah, soalnya gue ga bisa.
- Pokoknya gue paling ga bisa kalau ****** (diisi dengan ketidakbisaan Anda, seperti "ngomong di depan publik", "tidur larut malam", "bangun pagi-pagi", dll)
- Gue mah dari dulu udah tahu kalo yang beginian, karena gue paling ga bisa, titik!

Sadarkah Anda, bahwa dengan mengatakan bahwa "Anda tidak bisa", secara tidak langsung Anda berkata, "Tuhan, kok loe ciptain gue ga bisa, sih?". Ketika Anda berkata, "Gue mah ga bisa kalo harus ngomong di depan umum," versi panjang di balik perkataan Anda adalah, "Ya Tuhan!!! Kenapa sih ciptaan-Mu ini agak kurang-kurang dikit, sih? Koq loe ciptain gue ga bisa ngomong di depan umum sih?!"

Siapa di antara Anda yang percaya Tuhan itu sempurna? Kalau Tuhan sempurna, dan Dia menciptakan manusia menurut gambaran diri-Nya, manusia berarti makhluk yang sempurna, dong. Berhentilah menjelek-jelekkan diri Anda sendiri. Anda mungkin jelek dalam satu bidang, tetapi pasti ada satu bidang yang Anda kuasai dengan baik. Anda bukan tidak bisa dalam mengerjakan suatu hal, Anda hanya kurang ahli dalam mengerjakannya, bukan tidak bisa. Jika Anda terus-menerus mengatai diri Anda tidak bisa, maka Anda akan benar-benar tenggelam dalam pernyataan itu dan seterusnya Anda tidak akan pernah bisa. Karena perkataan itu sudah menyelimuti Anda seluruhnya, Anda tidak akan sadar bahwa ketidakbisaan dalam diri Anda itu akibat perkataan Anda sendiri.

Terus gimana, dong? Mulailah berpikir positif. Anda adalah ciptaan-Nya yang sempurna. Memang sulit untuk membuang pikiran negatif yang terus-menerus berkata "Anda tidak bisa". Namun, tidak ada salahnya mencoba. Jadi, mulai sekarang, ketika Anda menghadapi tugas yang sulit dan hampir mustahil, katakan pada diri Anda, "Saya pasti bisa. Di balik tugas yang sulit ini, pasti ada sesuatu yang indah untuk saya gapai." Ulang terus pernyataan itu setiap kali Anda menghadapi tugas apapun dalam situasi apapun, jangan peduli perkataan orang lain yang mencemooh Anda. Jika Anda terus berpikir "saya tidak bisa", jangan salahkan siapa-siapa kalau suatu hari nanti, Anda tidak berhasil mendapatkan apa yang Anda inginkan, karena pikiran Anda sendirilah yang menjerumuskan Anda, bukan orang lain. Orang lain hanya realitas yang terbentuk dari pikiran Anda. Jika Anda berpikir negatif, sepositif apapun perkataan orang lain, Anda akan terus memaknainya secara negatif. Sebaliknya, jika pikiran Anda positif, kalimat-kalimat negatif akan terdengar seperti suatu berkat di telinga Anda. So, be positive, guys!

0 komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini