Pages

Selasa, 01 Juni 2010

Elements of Zodiac in Relationships

Saya mencoba mengambil teori ini dari suatu video game yang pernah saya mainkan. Meskipun belum terbukti kebenarannya, tetapi apa yang saya saksikan di kehidupan sehari-hari cukup untuk membenarkan adanya teori ciptaan saya ini.

Ada 12 zodiak yang kita ketahui. Masing-masing dari zodiak itu mewakili satu elemen, udara, api, air, dan tanah. Pertama-tama, kita harus mengetahui dulu, apa elemen kita.
Api (fire): Aries, Leo, Sagittarius
Tanah (earth): Taurus, Virgo, Capricorn
Udara (air): Gemini, Libra, Aquarius
Air (water): Cancer, Scorpio, Pisces
Tenang, ini bukan Avatar: The Last Airbender, hehehe.

Api adalah elemen destruktif (destruction). Orang dengan elemen api cenderung memiliki emosi yang meledak-ledak. Jika seorang Aries, Leo, atau Sagittarius sedang suntuk, emosi mereka akan tampak jelas di wajah mereka. Mereka terkadang juga terkesan melebih-lebihkan sesuatu.
Tanah adalah elemen suportif (support). Orang dengan elemen tanah adalah orang yang berperan sebagai pendukung dalam kehidupan. Biasanya, seorang Taurus, Virgo, dan Capricorn akan cenderung berusaha memberikan yang terbaik untuk orang lain. Selain itu, orang berelemen tanah juga seseorang yang berkemauan keras dan berpendirian tetap.
Udara adalah elemen perubahan (change). Orang dengan elemen udara cenderung mudah berubah pendiriannya. Gemini, Libra, dan Aquarius adalah orang yang bergerak sesuai emosi. Istilah kerennya, mood-mood-an. Orang berelemen udara akan mengikuti sesuatu yang menurutny patut diikuti, tetapi mereka adalah tipe orang yang cepat bosan.
Air adalah elemen kesetiaan (devotion). Orang dengan elemen air cenderung bersifat menenangkan dan menyembuhkan. Seorang Cancer, Scorpio, dan Pisces biasanya adalah orang yang tertutup dan tidak mudah ditebak. Terkadang, mereka akan cenderung selalu meminta maaf sekalipun tidak ada kesalahan yang mereka lakukan.

Lalu, apa hubungannya elemen yang satu dengan yang lainnya? Di salah satu game yang pernah saya mainkan, hubungan keempat elemen itu seperti ini:
Api -> Tanah -> Udara -> Air -> Api
Api kuat terhadap tanah, tanah kuat terhadap angin, angin kuat terhadap air, dan air kuat terhadap api. Masing-masing elemen juga memiliki lawannya yang bertolak belakang dengan diri mereka.
Api >< Air
Tanah >< Udara

Lalu, apa korelasinya dengan kondisi psikologi manusia?

Menurut hubungan yang pertama, seseorang yang berelemen api akan cenderung tunduk dan menurut kepada orang yang berelemen air, begitu seterusnya. Orang yang berelemen tertentu juga akan lemah terhadap suatu penyakit yang bersumber dari kelemahannya. Misalnya, orang yang berelemen air akan rentan terhadap penyakit yang ditularkan melalui udara. Sebaliknya, orang berelemen tanah akan resisten, bahkan hampir kebal, terhadap penyakit yang ditularkan lewat udara.

Sementara itu, menurut hubungan yang kedua, seseorang dengan elemen tertentu tidak akan bisa bersatu dengan orang dengan elemen yang berlawanan dengannya. Jarang sekali kita melihat pasangan suami istri yang berasal dari dua elemen berlawanan. Kalaupun ada, biasanya hubungan mereka tidak berjalan terlalu mulus, bahkan mungkin sangat renggang.

Selain itu, dalam hubungan manusia, secara tidak langsung, seseorang yang berhubungan dengan orang lain dengan elemen berbeda akan menciptakan suatu hubungan yang unik. Hubungan ini bisa Anda amati sendiri di kehidupan nyata. Teorinya seperti ini:
Hubungan fire dan earth, begitu juga sebaliknya, akan menghasilkan hubungan yang dry (kering). Secara logika, api bersifat panas, dan tanah bersifat menyerap (absorbant). Gabungan antara fire dan earth akan menciptakan flint (batu api). Hubungan antara kedua elemen ini kuat, tetapi terkesan kaku (kering) tanpa bumbu-bumbu tertentu yang seharusnya ada dalam suatu hubungan.
Hubungan fire dan air, begitu juga sebaliknya, akan menghasilkan hubungan yang hot (panas). Secara logika, api bersifat panas, dan udara bersifat menguatkan (reinforcement). Gabungan antara fire dan air akan menciptakan thunder (petir). Pernah mendengar petir di kala badai besar dapat membakar pohon hingga luluh lantak? Hubungan antara kedua elemen ini sangat kuat. Udara bersifat membesarkan api, dan udara tidak akan memiliki kekuatan apa-apa jika tidak ditambah dengan sesuatu yang destruktif seperti api. Karena itu, hubungan antara dua elemen ini cenderung bersifat panas dalam segala hal. Jadi jangan heran jika Anda bertemu dengan pasangan yang seenaknya berciuman di depan umum tanpa rasa malu. Bisa jadi mereka adalah pasangan fire dan air.
Hubungan water dan air, begitu juga sebaliknya, akan menghasilkan hubungan yang wet (basah). Secara logika, air bersifat dingin, dan udara bersifat menguatkan (reinforcement). Gabungan antara water dan air akan menciptakan ice (es). Hubungan antara kedua elemen ini kuat, tetapi penuh dengan kepalsuan, terlalu banyak bumbu (basah) tetapi memiliki banyak makna di balik sikap mereka berdua yang saling berbagi keceriaan.
Hubungan water dan earth, begitu juga sebaliknya, akan menghasilkan hubungan yang cold (dingin). Secara logika, air bersifat dingin, dan tanah bersifat menyerap (absorbant). Gabungan antara water dan earth akan menciptakan mud (lumpur). Hubungan antara kedua elemen ini sangat kuat. Air tidak akan memiliki kekuatan apa-apa jika tidak didukung dengan tanah yang membuat air memiliki tekanan (ingat, sebuah lautan luas tidak akan ada artinya jika laut itu tidak memiliki dasar dan tepian, karena tekanan air tidak akan berguna tanpa ada sesuatu yang memantulkannya kembali). Namun, masalahnya, kedua elemen ini saling menekan. Air yang dingin membuat tanah menyerap dinginnya air itu, kemudian memantulkannya kembali pada si air. Karena penuh tekanan, hubungan antara kedua elemen ini akan terkesan dingin.

Ini hanya sekadar panduan yang saya buat dari pengalaman saya sehari-hari. Jangan terlalu dijadikan acuan, karena apa yang saya tulis di atas hanyalah sebuah asumsi yang terjadi antara orang-orang dengan elemen yang berbeda. Selama Anda dapat mengatur komunikasi Anda dengan orang-orang di sekitar Anda, hubungan-hubungan yang terjadi di atas tidak akan mencapai ekstrem negatif, bahkan mungkin baik-baik saja. Orang yang berbeda membutuhkan pendekatan yang berbeda. Jadi, selamat bersenang-senang dengan elemen-elemen Anda ^^

0 komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini